
NGAWI— Upaya penguatan ekonomi desa berbasis potensi lokal terus dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Melalui kelompok KKN UNS 95, mahasiswa melaksanakan kegiatan penanaman bibit pohon nangka di sepanjang jalan RT 6 Desa Dempel, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, sebagai langkah strategis dalam menciptakan sumber ekonomi baru bagi masyarakat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada pemanfaatan lingkungan secara produktif. Pohon nangka dipilih karena memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan, mudah dirawat, serta mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan Desa Dempel. Ke depan, buah nangka yang dihasilkan diharapkan dapat diperjualbelikan dan memberikan tambahan penghasilan bagi warga setempat.
Pelaksanaan program dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan mahasiswa KKN UNS 95, perangkat Desa Dempel, serta warga RT 6. Penanaman bibit pohon nangka di sepanjang jalan lingkungan tidak hanya bertujuan meningkatkan nilai ekonomi wilayah, tetapi juga menjadi bentuk pemanfaatan ruang publik yang tetap memperhatikan fungsi utama jalan sebagai akses mobilitas masyarakat.
Berdasarkan hasil observasi lapangan, Desa Dempel memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Masih terdapat ruang di sepanjang jalan lingkungan yang memungkinkan untuk ditanami tanaman produktif. Kondisi inilah yang mendorong mahasiswa KKN UNS 95 menginisiasi program penanaman bibit pohon nangka sebagai alternatif pengembangan ekonomi desa berbasis potensi lokal.
Selain berdampak pada aspek ekonomi, program ini juga memberikan manfaat ekologis. Kehadiran pohon nangka di sepanjang jalan diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih hijau, asri, dan nyaman, sekaligus membantu menjaga kualitas udara serta mengurangi dampak panas di kawasan permukiman.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN UNS 95 turut memberikan pendampingan kepada warga terkait teknik penanaman dan perawatan awal bibit pohon nangka agar dapat tumbuh secara optimal. Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi bersama warga mengenai peluang pengolahan buah nangka di masa depan, baik untuk dijual secara langsung maupun diolah menjadi produk bernilai tambah.
Antusiasme warga RT 6 terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Partisipasi aktif masyarakat mencerminkan adanya kesadaran bersama akan pentingnya pemanfaatan lingkungan sekitar untuk mendukung kesejahteraan ekonomi jangka panjang. Warga berharap pohon-pohon nangka yang ditanam dapat menjadi aset desa yang memberikan manfaat berkelanjutan.
“Melalui kegiatan penanaman bibit pohon nangka ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Desa Dempel. Selain memperindah lingkungan, hasil buah nangka nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu sumber penghasilan tambahan bagi warga,” ujar salah satu koordinator kelompok KKN UNS 95.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan sektor ekonomi desa berbasis pertanian produktif. Dengan perawatan yang berkelanjutan dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, pohon nangka yang ditanam di sepanjang jalan RT 6 diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi jangka panjang.
Mahasiswa KKN UNS 95 Universitas Sebelas Maret berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Desa Dempel maupun desa-desa lain di Kabupaten Ngawi dalam memanfaatkan ruang lingkungan secara produktif. Ke depan, sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat guna menciptakan program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi pembangunan desa.
Editor: Elsyaday Yoga Mahanur Putra