NGAWI – Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata 182 Universitas Sebelas Maret menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi sebagai Produk Ekonomi Kreatif Masyarakat Desa Dempel” pada Kamis, 6 Agustus 2026. Program pemberdayaan lingkungan dan ekonomi kreatif ini dipusatkan di Aula Kantor Desa Dempel, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Pelatihan ini diikuti secara antusias oleh ibu-ibu yang tergabung dalam komunitas senam lansia Desa Dempel.
Inisiatif program ini dilatarbelakangi oleh maraknya kebiasaan masyarakat dalam membuang minyak goreng bekas pakai (minyak jelantah) secara sembarangan ke saluran air atau tanah. Pembuangan limbah cair rumah tangga ini jika dibiarkan terus-menerus dapat menyumbat drainase, mencemari sumber air tanah, serta merusak kesuburan tanah di sekitarnya. Oleh karena itu, mahasiswa KKN hadir membawa solusi ramah lingkungan dengan mengolah kembali limbah minyak goreng tersebut menjadi produk lilin aromaterapi yang cantik dan bernilai guna.
Dalam sesi sosialisasi awal, mahasiswa memberikan pemahaman mendalam mengenai bahaya kesehatan jika minyak jelantah digunakan berulang kali untuk memasak. Peserta diajak untuk menyadari bahwa limbah yang dianggap tidak berguna sebenarnya memiliki potensi ekonomi jika dikelola dengan sentuhan kreativitas. Pengolahan minyak bekas menjadi lilin aromaterapi diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif warga akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan desa. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peragaan workshop praktis yang memperlihatkan tahapan pengolahan minyak jelantah secara mendetail dari awal hingga akhir. Mahasiswa KKN mempraktikkan proses penjernihan awal minyak bekas menggunakan bahan alami seperti arang aktif atau ampas kelapa untuk menghilangkan bau tengik. Setelah jernih, minyak dipanaskan dan dicampur dengan bahan pengeras seperti stearin atau parafin serta ditambahkan pewarna khusus lilin. Tahap akhir diisi dengan penambahan minyak esensial beraroma menenangkan sebelum adonan dituangkan ke dalam wadah cetakan.
Antusiasme peserta tampak sangat tinggi sepanjang berjalannya demonstrasi pembuatan lilin aromaterapi tersebut. Beberapa warga bahkan membawa sendiri stok minyak jelantah dari rumah masing-masing untuk langsung dipraktekkan di tempat pelatihan. Ibu-ibu peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan teknis mengenai takaran bahan yang presisi, variasi aroma relaksasi, hingga penggunaan jenis sumbu lilin yang aman dan tahan lama. Selain memberikan keterampilan teknis, mahasiswa KKN juga memaparkan peluang pemanfaatan produk ini sebagai salah satu komoditas ekonomi kreatif masyarakat. Lilin aromaterapi buatan rumah tangga ini dinilai memiliki potensi pasar yang menjanjikan jika dikemas dalam wadah kaca yang estetis. Produk ini dapat dipasarkan sebagai barang kerajinan tangan, souvenir acara, maupun media relaksasi ruangan dengan harga jual yang kompetitif. Pemaparan ini membuka wawasan para peserta untuk melihat peluang bisnis baru dari limbah dapur sehari-hari. Kelancaran seluruh rangkaian kegiatan ini tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Desa Dempel yang memfasilitasi penggunaan Aula Kantor Desa beserta sarana pendukungnya. Dukungan partisipatif dari warga yang secara swadaya mengumpulkan bahan baku minyak jelantah juga menjadi pendorong utama keberhasilan acara. Uji coba dan persiapan matang yang dilakukan oleh tim mahasiswa KKN sebelum hari pelaksanaan membuat seluruh proses pelatihan berjalan aman, tertib, dan tanpa hambatan. Melalui pelatihan ini, masyarakat Desa Dempel berhasil memperoleh pengetahuan serta keterampilan praktis baru dalam mengolah limbah rumah tangga. Kegiatan ini terbukti berhasil mengubah pola pikir warga bahwa barang bekas yang semula dibuang dapat ditransformasikan menjadi produk yang berguna. Keberhasilan pembuatan lilin ini memberikan rasa percaya diri bagi ibu-ibu peserta untuk mempraktekkannya secara mandiri di rumah. Sebagai langkah keberlanjutan, mahasiswa KKN berharap keterampilan pengolahan lilin ini dapat terus dikembangkan secara terorganisir di tingkat RT, RW, maupun melalui kelompok ibu-ibu senam lansia Desa Dempel. Pembentukan unit usaha bersama berbasis pengolahan limbah diharapkan dapat menjadi wadah produktif bagi ibu-ibu desa untuk menambah pendapatan keluarga. Produk lilin aromaterapi ini berpotensi menjadi salah satu produk cinderamata khas Desa Dempel yang dapat diperkenalkan pada pameran UMKM tingkat kabupaten.
Sinergi yang terjalin harmonis antara mahasiswa KKN, Pemerintah Desa Dempel, dan masyarakat menjadi kunci utama tercapainya tujuan kegiatan ini. Kolaborasi lintas elemen ini membuktikan bahwa edukasi lingkungan dapat berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi warga. Kegiatan yang berlangsung hingga Kamis sore ini ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan simbolis hasil karya lilin aromaterapi kepada perwakilan peserta.
Editor: Candhika Widitama
Tanggal: Kamis, 6 Agustus 2026