NGAWI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Sebelas Maret bersama seluruh lapisan masyarakat Desa Dempel menggelar aksi gotong royong bertajuk “Gerakan Desa Bersih” pada Senin, 20 Juli 2026. Kegiatan penunjang KKN ini dipusatkan di berbagai fasilitas umum dan area pemukiman warga di Desa Dempel, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Aksi kepedulian lingkungan ini dilaksanakan sebagai langkah nyata dalam menjaga kebersihan, kerapian, serta kelestarian ekosistem desa secara berkelanjutan.
Inisiatif Gerakan Desa Bersih ini diusung sekaligus sebagai bentuk persiapan intensif Desa Dempel dalam menyambut perlombaan kebersihan antar-dusun. Ajang bergengsi tingkat desa ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Mahasiswa KKN bersama warga sepakat untuk menjadikan momentum peringatan kemerdekaan sebagai pemicu semangat untuk mempercantik wajah desa. Keikutsertaan dalam lomba ini diharapkan mampu memotivasi masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi lingkungan tempat tinggal mereka.
Aksi kerja bakti massal ini diawali sejak pagi hari dengan membagi warga dan mahasiswa ke dalam beberapa tim kerja. Seluruh peserta bergerak secara serentak membersihkan sampah plastik di sepanjang jalan utama desa, membabat rumput liar yang menyemak, serta membersihkan saluran air agar aliran air lancar. Tidak hanya pembersihan, penataan estetika lingkungan juga dilakukan melalui pengecatan ulang fasilitas publik dan perapian taman desa. Kehadiran mahasiswa KKN di tengah-tengah warga memberikan dorongan energi baru sehingga pengerjaan pembersihan berlangsung lebih cepat dan efektif.
Guna memastikan kebersihan desa tetap terjaga dalam jangka panjang, mahasiswa KKN juga berinisiatif membuat dan membagikan beberapa tempat sampah baru. Tempat sampah tersebut dirancang secara khusus dan disebar ke sejumlah titik strategis yang tersebar di beberapa titik Desa Dempel. Penyediaan fasilitas pembuangan ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat maupun pengunjung agar tidak lagi membuang sampah secara sembarangan. Fasilitas pendukung ini diharapkan menjadi sarana edukasi visual bagi warga akan pentingnya memilah sampah sejak dari tempat pembuangan awal.
Pelaksanaan Gerakan Desa Bersih ini berjalan lancar berkat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Dempel serta tokoh masyarakat setempat. Kepala Desa dan perangkat desa turut hadir di lapangan untuk mengkoordinasikan alur kerja bakti serta memberikan arahan terkait titik-titik rawan yang menjadi fokus utama penilaian lomba. Koordinasi yang terjalin dengan baik antara pemerintah desa, warga, dan akademisi ini menjadi kunci suksesnya seluruh rangkaian kegiatan. Sinergi yang solid ini membuktikan bahwa permasalahan kebersihan dapat diatasi dengan mudah jika dikerjakan secara bersama-sama.
Semangat gotong royong yang menjadi tradisi luhur masyarakat pedesaan terpancar kuat sepanjang jalannya aksi kerja bakti tersebut. Mahasiswa KKN dan warga dari berbagai kalangan usia, mulai dari pemuda hingga orang tua bahu-membahu menyapu jalanan dan mengangkut tumpukan sampah tanpa sekat. Momen kebersamaan ini tidak hanya berfokus pada hasil fisik berupa lingkungan yang bersih tetapi juga menjadi sarana silaturahmi yang hangat. Pertukaran cerita dan canda tawa di sela-sela kerja bakti semakin mempererat tali persaudaraan antara mahasiswa dan warga setempat.
Melalui kerja keras dan kolaborasi lintas elemen tersebut, wajah Desa Dempel kini tampak jauh lebih bersih, rapi, dan asri dibanding sebelumnya. Sudut-sudut desa yang semula kurang terawat kini disulap menjadi area yang tertata indah dan siap dinilai oleh tim juri perlombaan kebersihan HUT ke-81 RI. Perubahan positif ini langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang mengaku lebih nyaman saat melintasi jalanan desa. Kesiapan Desa Dempel dalam menghadapi kompetisi kebersihan antar-desa pun kini semakin mantap dan optimis meraih hasil terbaik.
Di akhir kegiatan, tim mahasiswa KKN menyampaikan himbauan serta harapan besar agar sarana tempat sampah yang telah diserahkan dapat dirawat dengan baik. Pengelolaan tempat sampah secara berkala diharapkan dapat dilakukan oleh pengurus setempat agar fasilitas tersebut bertahan lama. Mahasiswa menekankan bahwa tempat sampah fisik hanya sarana pembantu, sedangkan kunci utamanya tetap terletak pada kesadaran individu masing-masing warga. Oleh karena itu, komitmen bersama untuk menjaga dan merawat fasilitas umum sangat diperlukan.
Mahasiswa KKN sangat berharap kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan ini tidak berhenti seiring berakhirnya perlombaan HUT Kemerdekaan RI saja. Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dan agenda kerja bakti rutin diharapkan dapat terus dipertahankan sebagai budaya harian warga Desa Dempel. Menjaga kebersihan lingkungan merupakan investasi jangka panjang untuk kesehatan masyarakat agar terhindar dari berbagai ancaman penyakit berbasis lingkungan. Keberlanjutan tradisi bersih ini akan menjadi warisan terbaik bagi generasi muda desa di masa depan.
Rangkaian kegiatan Gerakan Desa Bersih yang berlangsung pada pertengahan Juli 2026 ini diakhiri dengan santap siang bersama dan sesi foto sebagai kenang-kenangan. Keberhasilan aksi kolaboratif ini menegaskan kembali peran mahasiswa KKN sebagai agen perubahan yang mampu menggerakkan potensi masyarakat. Pemerintah Desa Dempel mengapresiasi tinggi dedikasi mahasiswa yang telah memberikan sumbangsih nyata bagi kemajuan desa. Melalui gerakan ini, Desa Dempel optimis mampu mewujudkan lingkungan yang sehat, indah, dan nyaman secara berkelanjutan.
Editor: Muhammad Aqsyal Firjatullah
Tanggal: Senin, 20 Juli 2026