NGAWI — Mahasiswa Universitas Sebelas Maret yang tergabung dalam kelompok KKN UNS 95 berkolaborasi dengan MI PSM Nglencong menyelenggarakan program bertajuk “Sosialisasi Anti-Bullying di Sekolah Dasar” yang diperuntukkan khusus bagi siswa kelas 6 MI PSM Nglencong, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya bullying sekaligus membekali mereka dengan kesiapan mental dalam menghadapi jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Masa peralihan dari sekolah dasar ke SMP merupakan fase penting dalam perkembangan sosial dan emosional anak. Lingkungan yang lebih luas, pertemanan baru, serta dinamika sosial yang lebih kompleks dapat menjadi tantangan tersendiri bagi siswa. Oleh karena itu, sosialisasi ini dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai apa itu bullying, bagaimana bentuk-bentuknya, serta bagaimana cara menyikapinya secara tepat dan bijak.
Dalam pemaparan materi, mahasiswa KKN UNS 95 menjelaskan bahwa bullying tidak hanya terbatas pada kekerasan fisik, tetapi juga dapat berupa ejekan verbal, pengucilan sosial, hingga perundungan melalui media sosial. Siswa diajak memahami bahwa tindakan yang terlihat “sepele” sekalipun dapat berdampak besar terhadap kondisi psikologis seseorang. Dengan pendekatan yang komunikatif dan disesuaikan dengan usia peserta, materi disampaikan secara ringan namun tetap substansial.
Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab dan diskusi kelompok kecil. Para siswa diberikan contoh situasi yang mungkin terjadi di lingkungan SMP, kemudian diminta untuk mengemukakan pendapat mengenai sikap yang seharusnya diambil. Melalui metode ini, siswa tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi juga terlibat aktif dalam proses pembelajaran.
Selain membahas cara menghadapi bullying sebagai korban, mahasiswa juga menekankan pentingnya peran saksi atau teman sebaya dalam mencegah terjadinya perundungan. Siswa didorong untuk berani melapor kepada guru, orang tua, atau pihak yang dipercaya apabila melihat atau mengalami tindakan bullying. Nilai empati, saling menghormati, dan membangun komunikasi yang sehat menjadi pesan utama dalam kegiatan ini.
Pihak MI PSM Nglencong menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program tersebut karena dinilai relevan dengan kebutuhan siswa kelas akhir yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat sebagai bekal bagi siswa sebelum masuk ke jenjang SMP. Mereka jadi lebih siap secara mental dan tahu bagaimana harus bersikap jika menghadapi situasi yang tidak menyenangkan,” ujar salah satu guru MI PSM Nglencong.
Melalui kolaborasi antara KKN UNS 95 berkolaborasi dengan MI PSM Nglencong, kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan kesadaran kolektif mengenai pentingnya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. Sosialisasi ini bukan hanya menjadi sarana edukasi sesaat, tetapi juga langkah awal dalam membentuk karakter siswa yang berani, percaya diri, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Mahasiswa KKN UNS 95 dari Universitas Sebelas Maret berharap program ini dapat memberikan dampak jangka panjang, khususnya dalam membangun generasi muda yang tangguh dan mampu menyikapi tantangan sosial dengan sikap yang dewasa. Dengan pemahaman yang tepat sejak dini, siswa diharapkan dapat memasuki jenjang SMP dengan kesiapan yang lebih matang, baik secara akademik maupun sosial-emosional.
