NGAWI – Tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret sukses melaksanakan program pemberdayaan ekonomi bertajuk “Pendataan UMKM Produk Olahan Makanan sebagai Bahan Publikasi Informasi Ekonomi Lokal Desa Dempel” yang dimulai pada Selasa, 21 Juli 2026. Program ini dilaksanakan dengan menyisir langsung rumah-rumah produksi warga yang tersebar di berbagai dusun di wilayah Desa Dempel, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Inisiatif pemetaan ekonomi ini dirancang sebagai upaya sistematis untuk mengidentifikasi serta menghimpun data potensi ekonomi lokal masyarakat berbasis olahan pangan.
Pelaksanaan pendataan ini dilatarbelakangi oleh belum tersedianya pusat data UMKM yang terintegrasi dan mutakhir di tingkat pemerintahan desa. Padahal, Desa Dempel memiliki banyak pelaku usaha kuliner skala rumah tangga yang berpotensi besar untuk dikembangkan lebih luas. Tanpa adanya pendataan yang terstruktur, potensi ekonomi warga tersebut sulit untuk mendapatkan akses pembinaan, perizinan, maupun bantuan promosi dari instansi terkait. Oleh karena itu, mahasiswa KKN hadir menginisiasi pengumpulan data nyata di lapangan guna membangun pijakan awal modernisasi ekonomi desa.
Metode pengumpulan data dilakukan secara tatap muka melalui wawancara mendalam serta interaksi langsung dengan para pemilik usaha. Mahasiswa KKN menggali berbagai data krusial, mulai dari identitas usaha, nama pemilik, jenis produk kuliner, nomor kontak, tahun mulai berdiri, kepemilikan izin usaha seperti P-IRT atau halal, hingga alamat presisi lokasi usaha. Dari aksi penyisiran ini, mahasiswa berhasil mendokumentasikan ragam produk olahan makanan khas setempat, seperti peyek, kerupuk, kue pia, tahu, getuk, jadah, tempe, hingga rujak petis. Kekayaan variasi produk olahan pangan ini menunjukkan betapa produktifnya sektor ekonomi kerakyatan di Desa Dempel.
Tidak sekadar mencatat data administratif dasar, mahasiswa KKN juga membuka ruang diskusi interaktif bersama para pelaku usaha mengenai tantangan bisnis yang dihadapi. Pembahasan mencakup analisis potensi pengembangan kapasitas produksi, pembenahan desain kemasan, penggunaan label merek, hingga strategi pemanfaatan platform media digital. Sebagai langkah konkret digitalisasi, mahasiswa membantu mendaftarkan dan menandai lokasi fisik beberapa unit usaha warga ke dalam platform Google Maps. Penginputan titik lokasi ini bertujuan agar tempat usaha warga lebih mudah ditemukan oleh calon konsumen maupun jasa pengiriman secara online.
Pelaksanaan program pendataan lapangan ini dapat berjalan lancar berkat adanya dukungan penuh dari Pemerintah Desa Dempel serta keterbukaan para warga pemilik usaha. Para pelaku UMKM menyambut hangat kedatangan mahasiswa KKN ke tempat produksi mereka dan tidak ragu membagikan informasi mengenai perjalanan bisnis yang dijalankan. Kerja sama dan komunikasi yang baik antara akademisi dan warga lokal memudahkan mahasiswa dalam memperoleh data akurat yang sesuai dengan kondisi objektif di lapangan. Sinergi ini mencerminkan semangat kebersamaan dalam membangun ekonomi desa yang lebih tertata.
Kendati demikian, proses pemetaan lokasi UMKM ini tidak lepas dari berbagai tantangan operasional di lapangan. Luasnya bentang wilayah Desa Dempel serta letak geografis rumah warga yang tersebar di beberapa dusun menjadi kendala tersendiri dalam efisiensi waktu penyisiran. Selain itu, mahasiswa harus menyesuaikan jadwal kunjungan dengan waktu senggang para pelaku usaha yang memiliki jam kerja produksi yang berbeda-beda. Beberapa unit usaha yang belum terdaftar secara resmi bahkan menuntut mahasiswa untuk melakukan penelusuran ekstra hingga ke pelosok Dusun Gunting. Berbagai kendala spasial dan fleksibilitas waktu tersebut berhasil diatasi secara efektif melalui koordinasi intensif dengan para ketua RT, RW, dan perangkat desa setempat. Bantuan informasi dari tokoh masyarakat memudahkan mahasiswa KKN untuk menemukan lokasi usaha tersembunyi yang sebelumnya belum teridentifikasi. Penyesuaian waktu wawancara juga dilakukan secara fleksibel, termasuk melakukan kunjungan ulang pada waktu tertentu setelah aktivitas produksi warga selesai. Pendekatan persuasif dan kekeluargaan ini menjadi kunci sukses terlaksananya pendataan secara menyeluruh tanpa mengganggu aktivitas ekonomi warga.
Melalui kerja keras di lapangan, tim KKN berhasil menghimpun basis data UMKM olahan makanan Desa Dempel secara lengkap dan terstruktur. Data terpadu ini disiapkan sebagai bahan baku utama pembuatan media publikasi profil ekonomi desa, baik dalam bentuk katalog cetak maupun direktori digital. Informasi yang dihimpun diproyeksikan menjadi rujukan krusial untuk mempermudah pemetaan potensi bisnis, perancangan strategi pemasaran digital, serta pembuatan identitas visual produk di masa mendatang. Kehadiran database ini memperjelas arah peta jalan pengembangan ekonomi lokal Desa Dempel. Sebagai langkah keberlanjutan pasca program KKN, data UMKM yang telah terhimpun diserahkan kepada pihak Pemerintah Desa Dempel untuk diperbarui secara berkala. Pembaruan data secara rutin sangat penting agar informasi mengenai dinamika usaha masyarakat tetap relevan dengan kondisi terkini di lapangan. Pemerintah desa juga didorong untuk memanfaatkan basis data ini dalam mempromosikan produk-produk unggulan warga pada pameran UMKM tingkat kabupaten maupun forum bisnis lokal. Dengan data yang valid, intervensi kebijakan pembangunan ekonomi desa akan menjadi lebih tepat sasaran.
Rangkaian kegiatan pendataan UMKM yang dituntaskan pada pertengahan Agustus 2026 ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat. Sinergi tiga pilar ini berhasil meletakkan pondasi awal bagi pemanfaatan data ekonomi dalam mendorong kemandirian warga Desa Dempel. Diharapkan, melalui penguatan basis data dan publikasi digital yang berkelanjutan, produk olahan makanan khas Desa Dempel dapat semakin dikenal luas, memiliki daya saing tinggi, dan membawa kesejahteraan bagi seluruh warga.
Editor: Nadira Indriyani
Tanggal: Selasa, 21 Juli 2026