NGAWI – Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata 182 Universitas Sebelas Maret meluncurkan program pemberdayaan ekonomi kreatif bertajuk “Pengembangan Media Promosi UMKM melalui Desain Stiker Kemasan dan Video Promosi Produk Lokal Desa Dempel” pada Selasa, 21 Juli 2026 hingga pertengahan bulan Agustus 2026. Program kerja ini dilaksanakan secara intensif dengan menyasar sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tersebar di beberapa dusun di Desa Dempel, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Inisiatif ini dirancang khusus untuk memperkuat identitas visual produk serta memperluas jangkauan pemasaran usaha lokal di era digital.
Pelaksanaan program ini dilatarbelakangi oleh masih minimnya penggunaan media promosi modern dan identitas visual yang menarik pada produk-produk unggulan warga Desa Dempel. Banyak produk lokal berkualitas tinggi yang diproduksi secara turun-temurun, namun kemasannya masih terlihat sangat polos tanpa informasi merek atau legalitas yang memadai. Kondisi ini membuat produk lokal sulit bersaing di pasar modern yang lebih luas dan hanya terbatas pada pembeli di lingkungan sekitar desa. Oleh karena itu, mahasiswa KKN hadir membawa keahlian di bidang desain grafis dan pembuatan konten digital untuk membantu para pelaku usaha menaikkan kelas produk mereka.
Sebagai langkah awal, tim mahasiswa KKN melakukan aksi pendataan mendalam dan wawancara langsung ke lokasi produksi para pelaku UMKM setempat. Mahasiswa mengumpulkan berbagai data krusial, mulai dari nama usaha, pemilik, jenis produk, kontak pemesanan, tahun berdiri, status perizinan, hingga alamat lengkap tempat usaha. Selain melakukan inventarisasi data, mahasiswa juga membuka ruang diskusi interaktif untuk menggali kebutuhan spesifik serta kendala kemasan yang selama ini dihadapi oleh para pengusaha lokal. Pendataan ini menjadi basis data penting bagi pengembangan profil UMKM Desa Dempel secara jangka panjang.
Berdasarkan hasil analisis data dan diskusi awal tersebut, mahasiswa KKN mulai merancang strategi komunikasi visual berupa pembuatan desain stiker kemasan yang informatif dan estetis. Dalam proses kreatif ini, mahasiswa terus berkoordinasi dengan pemilik usaha guna menentukan konsep warna, bentuk logo, serta detail informasi yang wajib dicantumkan pada label produk. Salah satu hasil nyata dari kolaborasi ini adalah penyerahan secara simbolis desain stiker kemasan baru kepada Ibu Sri Sulis Tya Wati, pemilik UMKM kuliner "Averr" di Desa Dempel. Desain stiker baru ini dirancang agar mampu meningkatkan daya tarik visual sekaligus menjadi identitas resmi yang profesional pada kemasan produknya.
Tidak hanya fokus pada pembenahan tampilan fisik kemasan, mahasiswa KKN juga memproduksi media promosi berbasis konten video audio-visual. Mahasiswa terjun langsung ke dapur produksi UMKM untuk mendokumentasikan setiap tahapan pembuatan produk, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses pengemasan akhir. Dokumentasi video tersebut kemudian dikemas secara apik menjadi video branding berdurasi pendek dengan menyisipkan cerita di balik produk. Video promosi ini dirancang khusus agar siap diunggah ke berbagai platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan WhatsApp guna menarik perhatian konsumen millennial.
Seluruh rangkaian kegiatan pemberdayaan UMKM ini dapat berjalan dengan baik berkat adanya dukungan penuh dari Pemerintah Desa Dempel serta sikap terbuka dari masyarakat. Para pelaku usaha lokal menyambut hangat kedatangan mahasiswa dan sangat kooperatif dalam memberikan data serta informasi yang dibutuhkan selama proses observasi. Keberagaman potensi produk lokal Desa Dempel, mulai dari olahan makanan ringan hingga kerajinan tangan, menjadi modal berharga yang memudahkan mahasiswa dalam mengeksplorasi ide promosi. Sinergi positif ini membuktikan besarnya antusiasme warga desa untuk maju dan berkembang bersama.
Meski demikian, pelaksanaan program di lapangan bukannya tanpa hambatan. Keterbatasan waktu pelaksanaan KKN yang relatif singkat serta perbedaan jadwal produksi dari masing-masing pelaku usaha menjadi tantangan tersendiri bagi tim mahasiswa. Beberapa tempat usaha bahkan memerlukan kunjungan ulang hingga lebih dari satu kali untuk mendapatkan dokumentasi video yang optimal dan menyepakati desain akhir. Namun, berkat komunikasi yang fleksibel dan penyesuaian jadwal yang baik antara mahasiswa dan pelaku UMKM, semua kendala operasional tersebut dapat teratasi secara bertahap.
Melalui program kerja yang intensif ini, mahasiswa KKN berhasil menyusun database UMKM Desa Dempel yang terstruktur sebagai dasar acuan promosi daerah. Selain itu, para pelaku usaha kini telah memiliki aset digital berupa desain stiker siap cetak dan file video promosi berkualitas tinggi. Penyerahan aset visual ini disambut gembira oleh para pengusaha lokal yang mengaku sangat terbantu dengan adanya pembaruan tampilan produk mereka. Hasil output ini menjadi bukti konkrit dari kontribusi akademisi dalam memajukan sektor ekonomi kerakyatan di tingkat desa.
Sebagai langkah keberlanjutan pasca program KKN, para pelaku UMKM Desa Dempel diharapkan dapat konsisten memanfaatkan stiker kemasan baru pada setiap produk yang dipasarkan. Video promosi yang telah diserahkan juga diharapkan diunggah secara berkala di media sosial pribadi maupun akun pemasaran desa untuk menjangkau pangsa pasar di luar Kabupaten Ngawi. Pihak pemerintah desa juga didorong untuk terus memperbarui basis data UMKM secara berkala agar menjadi pusat informasi yang mendukung program pembinaan UMKM dari dinas terkait di masa mendatang.
Rangkaian kegiatan pengembangan media promosi digital yang berlangsung pada awal Agustus 2026 ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Desa Dempel. Kolaborasi harmonis antara mahasiswa KKN, pelaku UMKM, pemerintah desa, dan elemen masyarakat terbukti mampu menciptakan nilai tambah bagi produk-produk lokal. Diharapkan langkah modernisasi media promosi ini dapat melahirkan UMKM Desa Dempel yang mandiri, berdaya saing tinggi, dan dikenal luas di pasar nasional.
Editor: Salma Chawariyun
Tanggal: Selasa, 21 Juli 2026