Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Desa Dempel. DEMPEL LUAR BIASA

Artikel

KKN UNS 95 Perkuat Pengendalian Hama Pertanian Lewat Penyediaan Kandang Tikus sebagai Cadangan Pakan Tyto Alba di Desa Dempel

18 Februari 2026 11:23:56  Administrator  230 Kali Dibaca  Berita Desa

NGAWI— Rabu, 18 Februari 2026. Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung dalam kelompok KKN UNS 95 telah menyelenggarakan program "Penguatan Pengendalian Hama Berbasis Ekosistem Melalui Penyediaan Cadangan Pangan Tyto Alba" di Desa Dempel, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Program ini dilaksanakan sebagai upaya nyata dalam mendukung pertanian berkelanjutan melalui pengelolaan ekosistem secara alami dan ramah lingkungan, khususnya dalam mengatasi ancaman hama tikus yang kerap merugikan petani setempat.

Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara mahasiswa KKN UNS 95, perangkat Desa Dempel, kelompok tani, serta pengelola penangkaran burung hantu Tyto alba yang berlokasi di kawasan persawahan Desa Dempel. Dengan mengoptimalkan peran predator alami berupa burung hantu jenis Tyto alba, program ini bertujuan memberikan solusi pengendalian hama yang berkelanjutan, sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan pestisida dan rodentisida kimia yang berdampak buruk bagi ekosistem.

Desa Dempel merupakan salah satu wilayah agraris di Kabupaten Ngawi yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Serangan hama tikus sawah menjadi salah satu permasalahan utama yang dihadapi petani setiap musim tanam, mengakibatkan kerugian hasil panen yang cukup signifikan. Di tengah kondisi tersebut, keberadaan penangkaran Tyto alba di kawasan persawahan desa sebenarnya telah menjadi solusi alami yang potensial. Namun, kelangsungan hidup anakan burung hantu yang belum mampu berburu secara mandiri masih menghadapi tantangan tersendiri, terutama ketika ketersediaan pakan alami di lapangan mulai berkurang pada musim-musim tertentu.

Mahasiswa KKN UNS 95 berinisiatif mengangkat permasalahan ini setelah melakukan observasi dan wawancara mendalam bersama pengelola penangkaran serta kelompok tani setempat. Keterbatasan pasokan tikus sebagai pakan alami Tyto alba yang cenderung berkurang saat musim panen karena tikus bersembunyi menjadi faktor penghambat efektivitas penangkaran. Kondisi ini mendorong perlunya solusi konkret berupa penyediaan cadangan pakan yang dapat menjamin keberlangsungan hidup anakan Tyto alba secara konsisten.

Program ini mencakup sosialisasi mengenai pentingnya pengendalian hama berbasis ekosistem, pembuatan kandang tikus sebagai sumber pakan cadangan bagi anakan Tyto alba, serta edukasi tata cara pemeliharaannya kepada kelompok tani dan warga setempat. Kandang tikus yang dibangun di area penangkaran Tyto alba di persawahan desa ini dirancang secara sederhana namun fungsional, sehingga dapat dioperasikan dan dirawat secara mandiri oleh masyarakat.

Materi sosialisasi disampaikan secara interaktif disertai sesi diskusi dan praktik langsung yang mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi, tetapi juga membangun pemahaman bersama mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem pertanian sebagai fondasi pertanian yang sehat dan berkelanjutan.

Salah satu pengelola penangkaran Tyto alba di Desa Dempel turut menyampaikan pandangannya mengenai urgensi program ini.

"Burung hantu, terutama yang masih muda dan belum bisa berburu sendiri, harus mendapatkan pakan yang benar-benar segar dan hidup. Mereka tidak bisa makan bangkai, sifat alaminya menuntut mangsa yang masih bergerak. Sebelum ada kandang tikus ini, kami terpaksa memberi makan anakan burung hantu dengan ikan lele segar. Meski efektif, biayanya cukup besar dan tidak efisien untuk jangka panjang. Dengan adanya kandang tikus ini, kami bisa menyediakan pakan alami sekaligus menghemat biaya operasional penangkaran secara signifikan," ungkap pengelola penangkaran Tyto alba Desa Dempel.

Melalui kolaborasi yang terjalin dengan baik antara mahasiswa UNS, perangkat desa, kelompok tani, dan pengelola penangkaran, program ini berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pendekatan ekosistem dalam pengendalian hama. Keterlibatan langsung warga dalam proses pembuatan kandang tikus memberikan pengalaman praktis yang dapat mereka terapkan dan kembangkan secara mandiri ke depannya.

Program ini juga bertujuan membangun sinergi yang kuat antara mahasiswa KKN dan seluruh pemangku kepentingan di Desa Dempel dalam upaya menciptakan pertanian yang lebih mandiri, produktif, dan ramah lingkungan. Dengan keterlibatan berbagai pihak, diharapkan program ini memberi dampak yang luas dan berkelanjutan bagi ekosistem pertanian desa.

Sebagai hasil dari program ini, telah terwujud satu unit kandang tikus fungsional yang siap digunakan sebagai cadangan pakan Tyto alba, khususnya pada periode ketika ketersediaan pakan alami di lapangan mulai menipis. Antusiasme kelompok tani dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mulai memahami dan menerima pendekatan pengendalian hama berbasis ekosistem sebagai alternatif yang lebih bijak dan berkelanjutan.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya pertanian ekologis di Desa Dempel, Kecamatan Geneng. Dengan semakin kuatnya populasi Tyto alba yang terjaga kelangsungan hidupnya, diharapkan pengendalian hama tikus sawah dapat berjalan secara alami dan efektif tanpa perlu mengandalkan bahan-bahan kimia yang merugikan lingkungan.

Mahasiswa KKN UNS 95 dari Universitas Sebelas Maret berharap program ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Dempel, khususnya para petani. Dengan terjaganya keseimbangan ekosistem dan terpeliharanya populasi Tyto alba sebagai predator alami, diharapkan produktivitas pertanian di Desa Dempel dapat terus meningkat dari musim ke musim.

Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menjadi model pengelolaan hama berbasis ekosistem yang dapat diadopsi oleh desa-desa lain di Kabupaten Ngawi yang menghadapi permasalahan serupa. Ke depannya, kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, kelompok tani, dan pengelola penangkaran diharapkan terus diperkuat untuk menciptakan sistem pertanian desa yang lebih inovatif, mandiri, dan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

 

Editor: Muhammad Said Affandi

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image  
 

 Statistik

 Arsip Artikel

26 Agustus 2016 | 2.685 Kali
Sejarah Desa
01 Desember 2022 | 1.635 Kali
Persaingan Sengit Pelaksanaan Ujian Perangkat Desa Dempel
24 Agustus 2016 | 1.308 Kali
Pemerintah Desa Dempel
26 Agustus 2016 | 1.234 Kali
Wilayah Desa
24 Agustus 2016 | 1.135 Kali
Visi dan Misi
30 April 2014 | 1.057 Kali
Rukun Warga dan Rukun Tetangga
01 Desember 2022 | 995 Kali
26 Calon Peserta Ujian Perangkat Desa Dempel Diberi Pembekalan

 Agenda

 Sinergi Program

 Aparatur Desa

Back Next

 Komentar

 Media Sosial

 Peta Wilayah Desa

 Peta Lokasi Kantor


Kantor Desa
Alamat : Jl. Raya Desa Dempel No. 43 Desa Dempel, Kec. Geneng, Kab. Ngawi
Desa : Dempel
Kecamatan : Geneng
Kabupaten : Ngawi
Kodepos : 63271
Telepon : 03514486612
Email : desadempel1@gmail.com

 Statistik Pengunjung

  • Hari ini:38
    Kemarin:300
    Total Pengunjung:106.801
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:216.73.216.86
    Browser:Mozilla 5.0